Senin, 28 Mei 2018
BAGI JAMAAH UMROH SILAHKAN VAKSINASI MENINGITIS DI KKP KELAS II PADANG JL.SUTAN SYAHRIR NO.339 NO TELPON 0751 61637 RAWANG PADANG DAN DI WILKER BIM JL.OLO BANGAU NO TLP 0751 4851789 • CALL/ SMS CENTER PENGADUAN KKP KELAS II PADANG DI 0811 66555 95 • KKP Kelas II Padang Berkomitmen menjadi Wilayah Bebas Korupsi... Berani Jujur...HEBAT!! • Selamat Datang Di Website Resmi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang •
Berita
Info Publik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang
Kementerian Kesehatan RI • Sumatera Barat25 Februari 2015 - 10:19 WIB
Kunjungan Kerja Kementerian Kesehatan ke Sumatera Barat
Kunjungan Kerja Kementerian Kesehatan ke Sumatera Barat

Reporter : Humas • Editor : Operator

 

Padang, (20/2) Menteri kesehatan tiba dibandara Minangkabau pukul 07.40 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda disambut oleh Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, beserta jajarannya,serta  Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. Irwan Prayitno Psi,Msc dan Wakil Walikota Padang, Emzalmi serta pejabat lainnya, turut hadir Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr Anung Sugihantono, MKes sebagai daerah binaan dan Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat Dr. Rosnini Savitri, M.Kes,  Menteri Kesehatan melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Sumatera Barat terkait merebaknya kasus difteri di kota ini. Dari data Dinas Kesehatan, sudah ditemukan 21 pasien positif difteri yang dirawat di RSUP M. Djamil Padang.

Di bandara ruang VIP Menkes melakukan koordinasi dengan jajaran kesehatan bersama Gubernur Sumatera menanyakan langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dalam menghadapi penyakit Difteri yang merebak di Sumatera Barat dan meminta Pemkot Padang melalui Dinas Kesehatan untuk segera menjangkau semua usia rentan untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.

Beliau memastikan pendistribusian vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT), untuk setiap provinsi yang terkena difteri tidak akan mengalami keterlambatan. Ia mengatakan pemerintah daerah senantiasa melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi pada balita dan anak-anak.

Kunjungan pertama Menkes dan rombongan, SD Pertiwi Koto Tingi Padang untuk  meninjau langsung pelaksanaan Outbreak Response On Immunization (ORI) Difteri, dalam kesempatan ini Menkes mewawancari Dokter Kecil tentang kegiatan yang dilaksanakan, kegunaan penyuntikan imunisasi Difteri, dan apa penyebab dari penyakit ini.

Dalam sambutannya beliau mengatakan "Tindakan cepat sudah dilakukan dengan pemberian imunisasi massal terhadap kelompok rentan," kata Menkes, Disamping itu Menteri juga mengingatkan masyarakat untuk waspada. "Penularan difteri bisa melalui kontak bicara dan pernafasan," kata Menkes. Dalam kesempatan ini Menkes Nila Djuwita yang juga didampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Walikota Padang Emzalmi serta pejabat lainnya.

Guna mengantisipasi penyebaran difteri di Sumbar, Nila Djuwita Moeloek meminta anak-anak di provinsi ini disuntik imunisasi sampai tiga kali. Menteri tak mau korban berjatuhan.“Setidaknya, harus tiga kali imunisasi. Nanti satu bulan lagi suntik sekali lagi. Enam bulan lagi suntik lagi. Jadi tiga ini harus,  langkah ini dimaksudkan menghindari anak-anak terinfeksi difteri. Karena satu terkena akan bisa mengkontaminasi banyak anak lainnya. “Meski anak-anak kita tidak terinfeksi saat ini, bisa saja menular dari anak-anak yang lain.

Wakil Walikota Emzalmi menyebutkan, populasi rentan, usia dua bulan hingga 15 tahun, di Kota Padang mencapai 254.772 orang. ” Sampai akhir bulan ini diharapkan terjangkau semuanya untuk mendapatkan imunisasi," kata Emzalmi. Pemberian imunisasi massal, lanjutnya, sudah dilaksanakan sejak ditemukannya 5 kasus difteri. Satu orang dari pasien yang dirawat meninggal dunia. Sehingga Pemerintah Kota Padang menyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Emzalmi menambahkan, pemberian imunisasi juga diupayakan untuk menjangkau anak - anak jalanan,makanya dilakukan kerjasama Dinas Kesehatan dengan Satpol PP.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan kedalam ruangan SD Pertiwi dan untuk menyaksikan langsung pelaksanaan penyuntikan Difteri.

Kunjungan dilanjutkan ke Rumah Sakit M.Jamil disambut  Direktur Utama RSUP M Djamil, Ira Yanti di sela kunjungan Kemenkes mengatakan, dari data RSUP M Djamil Januari sampai Februari yang positif difteri 4 orang. Sedangkan yang masih dirawat ada 16 orang. “Total suspec difteri mencapai 24 orang, sedangkan yang masih dirawat ada 16, jadi 8 orang sudah pulang,” terangnya.

Disela-sela kunjungannya di RS, Menkes juga mengunjungi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Dan melihat sarana dan prasarana yang ada di RSU tersebut. Setelah mengunjungi pasien difteri di RSUP M. Djamil, selanjutnya berkunjung ke Posyandu Jundul Rawang, untuk melihat langsung kegiatan pelaksanaan Imunisasi Difteri.

Kunjungan dilanjutkan dengan  peresmian gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Padang. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang dalam sambutanya mengatakan tugas utama KKP adalah melakukan deteksi dan respon kedaruratan terhadap peluang penyakit berbahaya pada pintu masuk ke Sumatera.

Peresmian ini turut hadir Ditjen PP dan PL dr.H.Mohamad Subuh, MPPM, Direktur Simkarkesma, Direktur Pengendalian Penyakit Meluar Langsung dan stekholders  Kantor Kesehatan Pelabuhan.

KKP bertanggungjawab mengawasi lalu lintas antar manusia dan barang dipelabuhan serta bandara , KKP kelas II padang dibangun ditanah seluas 964 meter persegi terdiri dari tiga lantai dimana lantai pertama untuk pelayanan, lantai II untuk administrasi dan lantai III berpa ruang pertemuan, kantor ini tepat terletak di Jalan Sutan syahril kecamatan Padang Selatan mengakhiri sambutnya.

Sebelum pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, menkes memberikan sambutannya beliau menekankan pentingnya peran KKP mengingat semakin meningkatnya wisatawan yang datang ke Padang dan tingginya jumlah calon haji dari tanah minang ini, apa lagi kota padang merupakan embarkasi haji yang menjadi sarana lalu lintas jamaah haji, setiap tahun yang berangkat keluar negeri.

Didukung dengan adanya Pelabuhan Teluk Bayur menjadi pintu masuk lalu lintas barang dan orang yang perlu diwaspadai, Nila mengatakan Presiden Jokowi mencanangkan pembangunan jalan trans Sumatera yang merupakan jalur penghubung dari utara ke selatan dari satu provinsi ke daerah lainnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita dan melihat sarana dan prasarana gedung baru tersebut dan diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh Pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang.

Siang Menkes Nila, langsung menuju Padang Pariaman dalam kegiatan peninjauan Posyandu Flamboyan I Korong Pasa Balai, Nagari Parik Malintang, Padang Pariaman.

Menteri Kesehatan RI, dr Nila F Moeloek, SpM(K) didampingi melanjutkan lawatannya di Sumatera Barat menuju Kab Padang Pariaman. Menkes singgah di Posyandu Flamboyan I yang terletak di Balai Wali Nagari Parit Malintang.

Menkes melihat proses pelayanan Posyandu dari meja 1 hingga Meja 5, sekaligus menyaksikan pemberian imunisasi Difteri yg dilakukan oleh petugas puskesmas. Lima belas menit di Posyandu, Menkes melanjutkan perjalanan menuju kantor Bupati Padang Pariaman.

Tiba dikantor Bupati Padang Pariaman Menkes disambut meriah tarian khas padang pariaman dan upacara penyambutan. Dilanjutkan dengan penanaman pohon dan Pencanangan Outbreak Response On Inmunization (ORI) Difteri sekaligus Menkes melaksanakan Pencanangan Program Padang Pariaman Sehat.

Bupati Padang Pariaman memaparkan bagaimana keadaan Outbreak Difteri di wilayahnya dan menyampaikan apresiasi yg sebesar–besarnya kepada Menkes yang mau hadir ditengah-tengah masyarakat Padang Pariaman, dan juga disampaikan tentang keberhasilan dari Program Padang Pariaman Sehat.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan indikator keberhasilannya yaitu dengan tidak ada satupun keluhan baik langsung atau sms kepada Bupati tentang masalah dan pelayanan kesehatan di kab. Padang Pariaman.

Pada arahannya pada acara pencanangan ORI Difteri, Menkes menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Padang Pariaman yang dengan gigih mempimpin dan mengawal secara langsung ke lapangan untuk program Padang Pariaman Sehat.

Menkes menambahkan Pencanangan ORI difteri ini sebagai upaya preventif untuk menambah kekebalan tubuh terutama pada  bayi dan anak anak supaya tidak mudah terserang penyakit.

Selain itu, perhatian kepada para manula juga menjadi penting supaya tetap produktif, sehingga tidak menjadi beban kepada pemerintah daerah. Juga perlu ditambahkan pola konsumsi makanan sayur dan buah, supaya menjadi lebih sehat.

Terakhir Menkes menanggapi tentang RS yang ada di Kab Padang Pariaman, bahwa ide atau konsep tentang RS khusus Trauma bencana akan dipikirkan dan dibicarakan di pusat, hal ini dianggap penting karena daerah Sumatera merupakan daerah rawan bencana.

Acara pencanangan ORI Difteri di Kab Padang Pariaman ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Menkes. Selanjutnya Menkes menuju Bukittinggi untuk istirahat di Istana Bung Hatta.

Hari ke-2 kunjungan kerja Menteri kesehatan mengikuti acara Rapat Koordinasi jajaran kesehatan se-sumatera Barat acara ini juga dihadiri Dirjen PP dan PL,Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Dirjen Bina Gizi dan KIA dan jajaran dinas kesehatan seluruh Sumatera Barat

Dalam sambutan kepala Dinas Provinsi Sumatra barat melaporkan ke Menkes sarana kesehatan yang ada di provinsi Sumatera Barat terdapat Puskesmas 262 buah (88 Perawatan,174 Non Perawatan) 12 Puskesmas Plus 3 Puskesmas Pariwisata, 17 Puskesmas Tradisional, 8 Puskesmas Mampu Mata dan 71 Puskesmas PONED, rumah sakit 57, 4 UPTD, yaitu RS Paru, BKIM, BKOM dan Balai Labkesda. Pustu 907 unit, Puskel 259 unit Polindes 1.761 unit dan Posyandu 7.230 Unit, DPS 953 dan BPS 1286

Dalam pertemuan  tersebut dalam sambutan Menurut Menkes, seharusnya dokter umum memiliki pendapatan yang lebih baik. Sebabnya, dokter-dokter umum yang praktik di Puskesmas atau klinik swasta merupakan garda terdepan dalam proses penyehatan masyarakat.

Dokter umum, menurut Menkes memiliki tanggungjawab yang lebih berat daripada dokter spesialis. Dokter spesialis memang menangani kasus-kasus penyakit yang lebih parah, namun tanggung jawab dokter umum tak hanya sebatas menangani pasien saja.

Menkes Nila mengatakan bahwa dokter umum, baik yang praktik di Puskesmas ataupun klinik swasta, memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakat di daerahnya. Sehingga, mereka juga mempunyai fungsi promotif dan preventif.

Menkes juga mengatakan agar para dokter umum terus menambah pengetahuan dan keilmuannya. Jika memang tak bisa meninggalkan daerah, tak perlu memaksakan diri. Kemenkes bekerja sama dengan Kominfo akan mengadakan kelas jauh melalui internet.

"Kami sudah bekerja sama dengan Kominfo, jadi nanti belajarnya lewat internet saja. Jadi dokter umum di daerah nanti ilmunya jangan segitu-gitu aja, tetap bertambah," tandasnya.

Kunjungan di akhiri dengan menyempatkan diri mengunjungi Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) yang berada di jalan Jenderal Sudirman Bukit tinggi yang ada di Sumatera Barat dan melihat sarana dan prasarana yang ada di rumah sakit tersebut guna untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan yang optimal (bi/Devi Humas)

 

Komentar Anda

Aplikasi KKP

Survei Kepuasan Pelanggan

Periode : November 2017

Agenda Kegiatan

Jum'at, 27 Oktober 2017

  • » 
    Pertemuan Koordinasi Program kesehatan Pada Situasi Khusus dan Bencana dengan Lintas Program dan Lintas Sektor

Agenda Kegiatan Lainnya

Video Terbaru

Media Sosial :

Layanan Telpon : 0751-61637